Oleh: Maulana Saif
Ibu
adalah sosok pembawa bekal dasar kehidupan bagi anak-anaknya. Beliau menjadi
pahlawan didepan Sang Pencipta melalui perjuangan dan doanya.
Yang
paling saya ingat saat ini adalah bahwa doa
seorang Ibu terhadap anaknya sama seperti doa seorang Nabi kepada umatnya. Ujian
ataupun musibah dari Tuhan ‘seberat’ apapun akan ringan dengan konsep ini. Karena
setiap pertimbangan dari masalah-masalah kehidupan akan terjawab dengan
sederhana dan mudah jika dasar pokoknya adalah Ibu.
Pertanyaannya
adalah sejauh mana kita harus taat terhadap orang tua terutama Ibu?
Disuatu
malam saya soan ke ndalem habib (berkunjung ke rumah seseorang yang masih ada darah dengan Nabi
SAW). Dengan niat tulus silaturrahmi dan
meminta fatwah (pertimbangan dan beberapa solusi) tentang masalah yang sedang
saya hadapi saat itu. Ditengah perbincangan dengan wajah riang, beliau mengutarakan
perkataan dengan nada ringan; “tidak ada
seorang Wali yang tidak punya keistimewaan terhadap Ibunya”. Maksudnya seluruh
Waliulloh pasti punya pengalaman
tentang ketaatan terhadap Ibunya. Secara sadar saya berusaha memaknai kata-kata
ini, karena saya yakin ada pelajaran untuk dijadikan teladan. “Sampean tau Habib Ali Pekalongan? beliau itu terkenal kewaliannya hanya dengan
istiqomah menyirami rumput yang pernah ditanam oleh ibunya di pojokan rumah ketika
ibunya masih hidup”.
Artinya
betapa hormat ta’dzim sekali Habib Ali Pekalongan ini… mau-maunya tiap sore hari
menyirami rumput yang pernah ditanam oleh almarhum Ibunya, padahal beliau bisa
menyuruh santrinya yang jumlahnya ratusan itu.
Semakin
saya faham bahwa Ibu adalah tonggak semangat perjuangan hidup, layaknya seorang
sahabat sejati yang selalu mendorong dengan nasihat yang tersirat. Seperti apapun
‘permintaan’ Ibu terhadapa anaknya, dari situlah langkah yang harus secara
serius kita fikirkan dan lakukan.
***
Ibu, selama
seminggu ini yang aku rasakan adalah penyesalanku terhadapmu
Atas semua
prilaku bodoh yang tidak aku sadari telah menyakiti hatimu
Karena sungguh
perjuanganku selama ini belum ada apa-apanya dibanding ketulusan doamu
Semoga ini sebagai
awal langkahku untuk mecapai kebahagiaanmu demi ridhomu



0 komentar:
Posting Komentar