This is elegan featured slide 1 title

Maiyah Nusantara adalah jama'ah yang saling menghargai dan menghormati sesama makhlukNya.

This is default featured slide 2 title

Interaksi dengan alam adalah kenikmatan yang indah.

This is culture featured slide 3 title

Bahasa yang pas untuk kaum munafik seperti saya :) .

Sabtu, 24 Mei 2014

GUSTI ALLAH TIDAK KATROK Oleh: Mashudi

Tuhan memang benar Kau tidak katrok
Sejak dulu aku yakin, dan bahkan tak hanya meyakini
Kau berfirman dengan ajakanMU, tidak ada paksaan dariMU
Kau Tuhan yang sangat mengasyikkan bagiku
Semua gila facebook, blog, twetter, BBMan, Kau tidak akan ketinggalan
Toh secanggih ciptaan manusia, semua itu Kau setir syarafnya, otaknya, perilakunya, bahkan naluri kemanusiaannya bisa bikin Net Net (kata simbah) itu semua atas RidhaMu.
Tuhan Kau memang tidak katrok
Kau ini gaul, funky, humoris, tapi kadang Kau suka gojek disaat aku tak berduit Kau seakan mengajak guyon terhadapku.
Tuhan, aku yakin Kau tidak katrok, tidak ndeso, bahkan tidak kampungan, bahkan kadang kau ini hanya dianggap sebagai pelarian bagi mereka yang bangkrut, katangkap KPK akibat mencuri, orang sakit, sedih, banyak hutang dsb.
Tuhan Kau ini tidak katrok
       *  *  *

Jumat, 23 Mei 2014

BLOG PERCOBAAN

SANG MACAN "NGUNTAL" CAGAK

"Itu singkirkan biar nggak merusak pemandangan"
"Siap Ndaaaaaaaaaaaan, bisa dikondisikan"
Hidup itu lemes, bisa lentur, bisa "nyekungkung". Kata kondisikan bisa bermacam macam makna, bisa dikatakan benar benar tugas, bisa benar benar dikatakan mengkompromikan nominal nominal, bisa jadi menyesuaikan amandemen undang undang tentang popularitas pribadi.(Bersambung)

MALAM YANG LARUT. Oleh: Mashudi

Kuberanjak tidur
  Dalam lelapku ada mimpi
      Kuberhayal dibalik kelambu
           Dosa apa dalam siangku 

Kamis, 22 Mei 2014

Tangisan Untuk Ibu

  Oleh: Maulana Saif
Ibu adalah sosok pembawa bekal dasar kehidupan bagi anak-anaknya. Beliau menjadi pahlawan didepan Sang Pencipta melalui perjuangan dan doanya.
Yang paling saya ingat saat ini adalah bahwa doa seorang Ibu terhadap anaknya sama seperti doa seorang Nabi kepada umatnya. Ujian ataupun musibah dari Tuhan ‘seberat’ apapun akan ringan dengan konsep ini. Karena setiap pertimbangan dari masalah-masalah kehidupan akan terjawab dengan sederhana dan mudah jika dasar pokoknya adalah Ibu.
Pertanyaannya adalah sejauh mana kita harus taat terhadap orang tua terutama Ibu? 
Disuatu malam saya soan ke ndalem habib (berkunjung ke rumah seseorang yang masih ada darah dengan Nabi SAW).  Dengan niat tulus silaturrahmi dan meminta fatwah (pertimbangan dan beberapa solusi) tentang masalah yang sedang saya hadapi saat itu. Ditengah perbincangan dengan wajah riang, beliau mengutarakan perkataan dengan nada ringan; “tidak ada seorang Wali yang tidak punya keistimewaan terhadap Ibunya”. Maksudnya seluruh Waliulloh pasti punya pengalaman tentang ketaatan terhadap Ibunya. Secara sadar saya berusaha memaknai kata-kata ini, karena saya yakin ada pelajaran untuk dijadikan teladan. “Sampean tau Habib Ali Pekalongan? beliau itu terkenal kewaliannya hanya dengan istiqomah menyirami rumput yang pernah ditanam oleh ibunya di pojokan rumah ketika ibunya masih hidup”.
Artinya betapa hormat ta’dzim sekali Habib Ali Pekalongan ini… mau-maunya tiap sore hari menyirami rumput yang pernah ditanam oleh almarhum Ibunya, padahal beliau bisa menyuruh santrinya yang jumlahnya ratusan itu.
Semakin saya faham bahwa Ibu adalah tonggak semangat perjuangan hidup, layaknya seorang sahabat sejati yang selalu mendorong dengan nasihat yang tersirat. Seperti apapun ‘permintaan’ Ibu terhadapa anaknya, dari situlah langkah yang harus secara serius kita fikirkan dan lakukan.
Nasehat lain dari seorang habib yang berdomili di desa Mlangi tepat disebelah ringroad barat Yogyakarta yang saya ingat adalah; “ketika kamu mau membangun rumah, selain untuk berteduh anak istrimu, niatilah membangunkan rumah untuk Ibumu.”
***
Ibu, selama seminggu ini yang aku rasakan adalah penyesalanku terhadapmu
Atas semua prilaku bodoh yang tidak aku sadari telah menyakiti hatimu
Karena sungguh perjuanganku selama ini belum ada apa-apanya dibanding ketulusan doamu
Semoga ini sebagai awal langkahku untuk mecapai kebahagiaanmu demi ridhomu